Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Blog

Antara Sahabat, CInta dan Perasaan

Antara Sahabat, CInta dan Perasaan

Crita dari semutz kali ini lebih berbeda, cenderung gaya penulisan pihak ketiga. Dan mohon kasih saran ya…

Nisa seorang gadis pemalu, manis, ramah menjadi idola di SMP Merdeka. BUkan saja karna dia cantik, tp sifatnya yg pendiam dan ramah kepada siapa saja makin membuat banyak cowok naksir nisa. Belum lagi prestasi akademik di kelasnya, selain juara kelas, nisa jg sering kali mengajari temannya yg kesulitan bahkan kasarnya suka ngasih tugasnya untuk dicontoh teman2nya. Guru-guru juga sering menjadikannya anak yg patut dicontoh, sayangnya karna guru lebih kenal dia, nisa sering kali disuruh2. Tapi nisa adalah anak baik hati yg dengan ikhlas menuruti apa kata gurunya.

Sebagai anak pinter identik dengan jiwa sosial yg rendah, tp tidak dengan Nisa dia slalu terbuka kepada siapa saja yang mau berteman, bahkan dia adalah anggota OSIS yang mengurusi bidang komunikasi internal. Keterbukaannya itu yg membuat banyak cowok menjadikannya kesempatan untuk PDKT bahkan mengatakan kesukaannya pada Nisa. Tapi Nisa dari awal sekolah sudah berniat gk akan memikirkan pacar apalagi cinta, tp dia slalu terbuka kl ada cowok yg dekat dengannya tp sebatas teman gk lebih.

Sejatinya ada satu cowok, Andi, cowok anggota team basket sekolah yg pernah mengutarakan rasa suka ataupun cinta kepada nisa. Awalnya Nisa menolak andi, tp entah kenapa nisa merasa ada sesuatu kepada andi, rasanya ada keinginan nisa menjadikan andi lebih dari sekedar teman. Sayangnya andi sudah jalan sama cewek lain.

Nisa punya sahabat, Tia, agak berkebalikan dengan nisa tp tetap sama-sama pinter. Tia lebih cerewet, jutek, dan memanja terutama kepada cowok cakep. Tak disangka Tia ternyata menyukai andi. Tentu saja Nisa tau sahabatnya menyukai Andi, tapi tia orangnya banyak yg ditaksir, gk terhitung brapa cowok di skolah yg tiap ketemu tia kasih tau nisa kl dia suka ma tuh cowok.

Suatu saat terdengar kabar menggemparkan, Andi putus dengan ceweknya. Kabar itu cepat menyebar karna andi sendiri adalah bintang sekolah. Tapi andi sendiri masih agak trauma setelah putus dengan mantan pacarnya. Banyak cewek yg bahkan terang2an mengutarakan isi hati kepada andi. Tapi andi cuman bisa menolak bahkan penolakan itu terhitung kasar, maklum perangai andi yg suka blak2an gk bisa menahan diri sama perasaannya. Uniknya cewek-cewek yg ditolak gk sakit hati, malah makin naksir merasa andi adalah cowok cool yg susah dikejar. Mgkin mreka menganggap itu tantangan terbesar abad ini. Tak terkecuali Tia setelah mendengar kabar itu gk henti2nya dia ngomongin masalah andi trus2an terutama kepada sahabatnya, Nisa.

Suatu ketika Tia merasa punya momen pas untuk mengutarakan isi hatinya ke pada Andi. Di depan perpus sekolah, tia menghampiri andi, dan gk panjang lebar tia langsung bilang dia suka kepada andi. Ntah knp andi kali ini diam sejenak sambil memandang tia. sesaat kemudian andi bilang kepada tia bahwa tia mungkin sosok yg masuk dalam kriteria dia tp untuk saat ini andi merasa belum ingin berkomitmen dengan cewek lain. Ditolak seperti itu, tia bukannya sedih atau patah hati justru makin sumringah. Tia merasa masih ada harapan baginya untuk bersanding dengan andi walaupun Harapan itu Palsu. setidaknya tia gk ditolak mentah-mentah. Tiapun menceritakan kisah ini pada nisa. Nisa awalnya ikut senang sahabatnya sedang bersuka ria tp gk tau kenapa dalam hati ada rasa yg bergejolak. Mungkin itu gejolak cemburu. Tapi nisa cenderung suka menutupi atau tepatnya pura-pura tidak mendengar apa kata hatinya. Bagi nisa asal tia senang diapun senang.

Di suatu siang tepatnya pulang sekolah, Nisa harus mengikuti rapat OSIS. ketika rapat itu selesai ternyata ada extra basket. Dari jauh nisa bisa melihat sosok yg tak asing baginya di lapangan basket, Andi. Entah salah tingkah atau apa, Nisa berusaha berpaling. Tapi belum sempat berpaling ada suara dr jauh memanggil namanya. Ternyata bisa ditebak siapa? ya benar.. ANDI…. Nisa makin salah tingkah dalam hati. tp dia berusaha bertingkah normal. Andi pun menanyakan kabar kepada Nisa diteruskan dengan omongan panjang lebar. Entah knp Nisa merasa nyaman dan tenang diajak obrol Andi. Entah setan skolah mana yg merasuki andi, andi bilang kepada nisa kalau andi habis putus, dia belum ingin pacaran tp ingin dekat sama cewek, cewek yg special… dan andi menyabut nama … NISA. Kaget bukan kepalang nisa makin dag dig dug. Andi ingin dekat dengan nisa, tapi nisa gk tahu kedekatan apa yg andi inginkan. belum lagi bagaimana dengan sahabatnya tia…. Tak memberi jawaban langsung nisa mencoba mencairkan suasana dengan bercanda dan senyum2 aneh .. andi pun ikut senyum2 dan memberi tahu nisa, andi gk minta muluk2.. cuman dekat .. ya cuman dekat …

Nisa merasa dilema, terjebak di antara 2 pilihan, sahabat atau cinta. Kalaupun cinta, dia sendiri masih belum berpikir untuk dekat apalagi berpacaran dengan siapapun terutama andi. Apakah memilih sahabat? apakah pengorbanannya untuk tia pantas dia dapatkan. Tapi satu yg slalu dia ingat apa yg diajarkan orang tuanya, berusaha selalu jujur walaupun itu pahit, walaupun itu menyakitkan.

Saat jam istirahat, nisa ngobrol ringan dengan tia sampai nisa memberanikan diri untuk mengatakan isi hatinya. Nisa bilang kepada tia bahwa andi ingin dekat dengannya, ingin dekat lebih dari seorang teman. Tia diam, ekspresi wajahnya terlihat murka tetapi tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Entah kenapa tia tiba-tiba beranjak pergi tanpa kata, tanpa expresi, seperti buka tia yg sehari-hari. Nisa makin gundah, nisa takut akan menyakiti sahabatnya. Tapi dia kukuh bahwa apa kejujuran itu penting, dia siap menerima semua resikonya, walaupun untuk saat ini dia sangat berat merasakannya. Mungkinkah dia akan kehilangan tia? Bel pelajaranpun berbunyi. Entah knp tia tampak biasa saja, tp sorotan mata kepada nisa berbeda bahkan tidak ada satu katapun tercuap untuk nisa. Sampai akhir pelajaran dan waktunya pulang, suasana kelas masih ada beberapa anak terutama tia dan nisa. Nisa berniat memberanikan diri untuk minta maaf kepada tia. Belum sampai nisa berkata, tia memandang wajah nisa… Tia bilang kepada nisa kalau nantinya nisa dekat apalagi berpacaran dengan andi, tia rela asal nisa bahagia. Nisa bukannya senang tapi dia makin salah tingkah, gk tahu harus berkata apa, gk tahu harus bagaimana. Nisa cuman memandang kosong tia dan tia tersenyum kepada nisa, senyuman yang membuat nisa makin bimbang, dia tahu dalam hati tia pasti sakit tp apa tia mau berkorban demi dia.

Sampai di rumah Nisa cuman berpikir apa yg harus dia pilih. Apakah dia menerima pengorbanan tia untuk dekat dengan andi? Apakah justru nisa yg berkorban untuk menolak ajakan andi? Malam ini adalah malam terpanjang dalam hidup nisa, jam dan menit bahkan detik terasa sangat lambat bagi nisa. Tidak ada rasa ngantuk, jangankan untuk tidur, memejamkan mata saja berat buat nisa… Sampai akhirnya nisa punya keputusan yang menurut dia terbaik buat dia, sahabatnya dan Andi.

Keesokan paginya di sekolah saat jam istirahat. Andi tiba-tiba datang menemui nisa yang ada di perpustakaan sekolah. Andi menanyakan jawaban Nisa atas ajakan andi untuk dekat bahkan berpacaran dengannya. Diam sejenak nisa pun bilang kepada Andi bahwa dia … menolak ajakan andi untuk berpacaran tapi tidak untuk dekat, dekat sebagai teman karna dia sendiri terbuka kepada siapa saja untuk berteman. Andi belum percaya, dia menanyakan sekali lagi dengan gaya bicara lebih lantang dan serius. Dan sekali lagi Nisa juga berkata yang sama, Nisa merasa belum bisa berkomitmen dengan siapa saja dan dari awalpun dia masih ingin konsen pelajaran dan sekolahnya, belum ada niatan ke arah pacaran ataupun cinta. Andi merasa marah… dia bilang kepada Nisa kalau sebenarnya dia putus dengan mantannya karna selalu berpikir tentang nisa. Andi marah karna dia merasa berkorban tapi malah tidak mendapatkan apa yg diinginkannya, Nisa. Andi bilang kepada Nisa, kalau dia tidak bisa berpacaran dengan nisa mungkin tidak untuk berteman juga. Nisa bilang kepada Andi ada alasan lain yang gk bisa dia ceritakan kepada Andi, alasan yg paling kuat, Tia, alasan yang masih dia rahasiakan kepada andi. Andi diam sejenak, dia lalu pergi meninggalkan nisa tanpa sepatah kata. Tapi ada satu hal yang membuat nisa lega, dia jadi tahu kalau andi berhiatan kepada mantannya demi Nisa. Nisa justru sadar nantinya kalau mreka berpacaran mungkin nisa akan ada di posisi seperti mantannya, dihianati oleh cinta yang lain. Dia lega harus memilih jalan ini.

Ketika kembali ke kelas, nisa datang dengan wajah yang lebih berseri dari saat bimbang kemarin. Dia menemui tia dan menceritakan sedetail-detailnya. Tia kaget bukan kepalang, kenapa Nisa menolak Andi padahal Tia sudah rela mreka dekat apalagi berpacaran. Nisa bilang kepada Tia bahwa lebih nyaman bagi dia tidak kehilangan sosok tia yang selama ini nisa kenal, kalaupun tia rela pasti akan berubah terhadap nisa. Tia tiba-tiba memeluk sebentar nisa… dan kemudia memandang nisa.. Dia bilang terima kasih kepada nisa. karna sebenarnya kemarin berat dia berkata seperti itu. Tapi sekarang lebih lega lagi karna dia jadi tahu sosok Andi yang sebenarnya. Mreka pun tertawa lepas bersama. Teman-teman sekelasnya cuman geleng-geleng.

Dan tahu gk? Keseokan hari, Andi mulai mendekati Tia, Andi ingin menjadikan tia pacarnya… Dan dengan tegas Tia berkata “Pergi kau dari hidupku … Playboy!!!”

Read 596 times Last modified on Monday, 05 November 2018 20:50
Rate this item
(0 votes)

About Author


Blog Pribadi Masgin ini adalah karangan dan isi hati masgin. Jikalau ada tokoh, kejadian atau apapun termasuk di dalamnya mohon maaf karna itu disengaja maupun gk disengaja harap maklum adanya. Kl komplain samperin saja bawain martabak jamur ya.

Latest Posts from Blog

Kisah Terakhir 7 Tahun di SMP

Kisah Terakhir 7 Tahun di...

Nama Saya Ginanjar Rahardi. Terlahir di tahun 1986...

Cukup Siti Nurbaya

Cukup Siti Nurbaya

Kali ini mas semutz mencoba menulis tanpa bahasa g...

Antara Sahabat, CInta dan Perasaan

Antara Sahabat, CInta dan...

Crita dari semutz kali ini lebih berbeda, cenderun...

Ketiga Keegoisan Mengalahkan Cinta

Ketiga Keegoisan Mengalah...

Blog semutz kali ini bakal menceritakan sebuah kis...